
Di antara semua tahap proses ekspor, kemasan adalah yang paling sering diremehkan — padahal dampaknya bisa sangat besar. Barang yang rusak dalam perjalanan bukan hanya kerugian finansial, tapi juga potensi kehilangan kepercayaan buyer yang sudah susah payah kamu bangun.
Ini 8 tips untuk memastikan produk ekspor kamu tiba dalam kondisi sempurna:
Tip #1: Gunakan Kardus dengan Kekuatan yang Sesuai Beban
Untuk ekspor, jangan gunakan kardus bekas atau kardus single wall untuk produk yang cukup berat. Pilih kardus double wall atau triple wall dengan rating kekuatan yang sesuai berat produk, dan pastikan ukurannya pas — kardus yang terlalu longgar justru meningkatkan risiko kerusakan.
Tip #2: Lindungi Produk dari Segala Arah, Bukan Hanya Atas Bawah
Benturan dalam pengiriman internasional bisa datang dari segala arah — termasuk samping saat kontainer bergerak atau dibongkar. Gunakan material cushioning yang cukup di semua sisi: bubble wrap, foam, atau filler yang mengunci produk di tengah kardus tanpa ruang bergerak.
Tip #3: Perhatikan Kelembaban untuk Pengiriman Laut
Untuk sea freight — terutama untuk rute jarak jauh yang memakan waktu berminggu-minggu — kelembaban adalah musuh utama. Suhu dan kelembaban di dalam kontainer bisa ekstrem. Gunakan silica gel, kemasan vakum, atau pallet dengan ventilasi sesuai jenis produk kamu.
Tip #4: Beri Label yang Jelas, Tahan Air, di Semua Sisi
Label harus memuat nama dan alamat pengirim, nama dan alamat penerima, nomor referensi, berat kotor dan dimensi, serta simbol penanganan (fragile, this side up, keep dry). Gunakan label tahan air dan tempel di minimal dua sisi berbeda sebagai cadangan.
Tip #5: Ikuti Standar ISPM-15 untuk Kemasan Kayu
Jika produk kamu menggunakan kemasan atau pallet dari kayu, standar internasional ISPM-15 mengharuskan kayu tersebut sudah melalui perlakuan panas dan diberi tanda sertifikasi. Tanpa tanda ISPM-15, kemasan kayu bisa ditolak atau dimusnahkan di pelabuhan tujuan.
Tip #6: Jangan Mengemas Terlalu Rapat untuk Produk yang Butuh Sirkulasi
Beberapa produk — seperti kopi green bean, produk hortikultura, atau bahan makanan kering tertentu — membutuhkan sirkulasi udara agar tidak rusak selama perjalanan. Gunakan karung goni atau kemasan khusus dengan ventilasi, bukan plastik kedap yang memerangkap kelembaban.
Tip #7: Dokumentasikan Kondisi Kemasan Sebelum Pengiriman
Foto kondisi produk dan kemasan secara detail sebelum diserahkan ke pengangkut — dari berbagai sudut. Dokumentasi ini sangat penting jika terjadi klaim asuransi: bukti bahwa barang dikirim dalam kondisi baik menjadi dasar klaim yang kuat.
Tip #8: Minta Panduan Packing Spesifik dari Forwarder
Forwarder yang berpengalaman memiliki pengetahuan tentang kondisi rute tertentu — apakah perjalanannya melewati wilayah dengan handling kasar, transfer berulang, atau iklim ekstrem. Minta rekomendasi packing dari forwarder kamu sebelum pengiriman pertama.
Tim JLOG senang memberikan rekomendasi packaging yang sesuai untuk produk dan rute pengiriman spesifik kamu — sebagai bagian dari konsultasi awal yang gratis.
Konsultasi Gratis dengan JLOG — Ekspor Impor Lebih Mudah
📞 +62 818 919 990 | 📧 contact@jlog.id | 💬 WhatsApp | jlog.id


