
HS Code adalah sistem klasifikasi barang yang digunakan dalam perdagangan internasional. Kode ini membantu mengidentifikasi jenis barang dan menjadi salah satu dasar untuk menentukan ketentuan tarif serta persyaratan yang berlaku. Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan koreksi dokumen, perubahan perhitungan pungutan, atau tertundanya proses.
HS Code bukan sekadar nama produk
Nama dagang yang sama dapat merujuk pada barang dengan bahan, fungsi, komposisi, atau proses pembuatan yang berbeda. Karena itu, penentuan klasifikasi tidak cukup hanya mencari nama produk di internet. Detail teknis barang sangat penting.
Siapkan spesifikasi produk
Kumpulkan nama komersial, fungsi utama, bahan atau komposisi, cara kerja, bentuk, tingkat pengolahan, model, katalog, foto, dan lembar spesifikasi dari produsen. Untuk mesin atau komponen, diagram teknis dan informasi penggunaan dapat membantu menjelaskan karakter barang.
Pahami struktur kode HS
Sistem HS internasional menggunakan enam digit dasar, sedangkan negara dapat memiliki rincian tambahan pada tingkat nasional. Kode yang lebih panjang bisa digunakan untuk kebutuhan tarif dan statistik negara tertentu. Jangan menganggap enam digit otomatis cukup untuk seluruh keperluan kepabeanan di Indonesia.
Gunakan sumber resmi dan konfirmasi klasifikasi
Gunakan sumber tarif atau fasilitas resmi yang berlaku, dan cocokkan uraian barang dengan ketentuan klasifikasinya. Jika barang kompleks atau hasil pencarian tidak meyakinkan, mintalah penilaian dari pihak yang kompeten atau tanyakan mekanisme penetapan klasifikasi resmi yang tersedia.
Periksa dampak terhadap tarif dan perizinan
Kode HS dapat berkaitan dengan bea masuk, pajak, larangan dan pembatasan, atau persyaratan teknis. Setelah menemukan kandidat kode, jangan berhenti pada tarif. Periksa pula apakah barang membutuhkan izin, sertifikat, registrasi, atau dokumen pendukung.
Pastikan invoice dan dokumen konsisten
Deskripsi pada invoice, packing list, dokumen transportasi, dan dokumen teknis sebaiknya konsisten serta menjelaskan barang secara benar. Deskripsi yang terlalu umum dapat menyulitkan pemeriksaan. Jangan mengubah deskripsi atau memilih kode hanya untuk memperoleh tarif yang lebih rendah.
Evaluasi kembali jika produk berubah
Perubahan bahan, fungsi, komposisi, atau desain dapat memengaruhi klasifikasi. Jika spesifikasi berubah, tinjau ulang kode yang digunakan sebelum pengiriman berikutnya. Simpan dasar penentuan kode agar keputusan dapat ditelusuri.
Inti yang Perlu Diingat
Kode HS harus ditentukan dari karakteristik barang dan ketentuan resmi, bukan semata-mata dari nama produk atau kode yang diberikan supplier.
Konsultasi dengan JLOG
Butuh bantuan untuk urusan ekspor impor? Tim JLOG siap membantu menghitung, mengurus dokumen, dan mengoordinasikan pengiriman Anda.
📞 +62 818 919 990 | 📧 contact@jlog.id | 💬 WhatsApp | jlog.id


