
Kontainer adalah ‘rumah’ barang kamu selama perjalanan laut yang bisa berlangsung berminggu-minggu. Memilih jenis kontainer yang salah bisa berarti barang yang rusak, biaya yang tidak efisien, atau pengiriman yang tidak bisa dilakukan sama sekali.
Ini panduan memilih kontainer yang tepat untuk berbagai jenis produk:
Tip #1: Dry Container (GP) untuk Barang Umum Kering
Kontainer standar yang paling umum digunakan — tersedia dalam ukuran 20 feet (sekitar 25-28 CBM kapasitas efektif) dan 40 feet (sekitar 58-60 CBM). Cocok untuk hampir semua barang kering seperti tekstil, elektronik, spare part, dan produk konsumsi yang tidak memerlukan kontrol suhu khusus.
Tip #2: 40 feet High Cube untuk Barang Ringan Bervolume Besar
40 feet High Cube memiliki tinggi interior yang 30 cm lebih tinggi dari kontainer standar — memberikan kapasitas volume sekitar 76 CBM. Pilihan ideal untuk kargo ringan tapi bervolume besar seperti furnitur knock-down, karton produk konsumen, atau barang yang memakan banyak ruang tapi tidak berat.
Tip #3: Reefer Container untuk Produk yang Sensitif Suhu
Dilengkapi unit pendingin yang berjalan terus selama transit — bisa mengatur suhu dari -25°C hingga +25°C. Wajib digunakan untuk produk yang mudah rusak seperti buah-buahan, sayuran, daging, seafood, dan produk farmasi tertentu. Pastikan set point suhu dikonfirmasi bersama shipping line sebelum kontainer diisi.
Tip #4: Open Top untuk Barang yang Terlalu Tinggi
Kontainer tanpa atap solid — bagian atas bisa dibuka untuk memuat barang dari atas menggunakan crane. Digunakan untuk memuat mesin besar, alat berat, atau barang dengan tinggi melebihi pintu kontainer standar. Setelah barang dimuat, bagian atas ditutup terpal dan diikat dengan pengaman khusus agar aman selama pelayaran.
Tip #5: Flat Rack untuk Kargo Oversize
Hanya memiliki lantai dan dinding di dua ujung yang bisa dilipat — memungkinkan pemuatan dari samping atau atas. Digunakan untuk kargo oversize seperti pipa besar, traktor, alat berat, atau komponen proyek yang tidak muat di kontainer tertutup. Kargo jenis ini biasanya butuh perhitungan khusus dan konfirmasi langsung ke shipping line.
Tip #6: LCL jika Volume Kurang dari 15 CBM
Jika volume kargo kamu di bawah 15 CBM, LCL (Less than Container Load) lebih ekonomis dari FCL. Kargo kamu digabungkan dengan kargo milik pengirim lain dalam satu kontainer dan kamu hanya membayar ruang yang kamu pakai. Namun perhitungkan juga biaya handling, karena kargo LCL ditangani lebih sering di terminal konsolidasi.
Tip #7: FCL jika Volume di Atas 15-20 CBM
Ketika volume sudah mencapai 15-20 CBM atau lebih, FCL biasanya lebih ekonomis dari LCL — dan lebih aman karena kontainer dikunci dan tidak dibuka selama perjalanan sampai tiba di tujuan. Kontrol jadwalnya juga lebih baik. Untuk barang bernilai tinggi atau yang butuh ketepatan waktu, FCL layak dipertimbangkan.
Tim JLOG membantu kamu memilih jenis kontainer dan skema pengiriman yang paling tepat dan efisien untuk produk dan rute pengiriman kamu — termasuk untuk kargo spesial yang memerlukan penanganan khusus.
Konsultasi Gratis dengan JLOG — Ekspor Impor Lebih Mudah
📞 +62 818 919 990 | 📧 contact@jlog.id | 💬 WhatsApp | jlog.id


