
Tiga kata paling menyesatkan dalam transaksi impor dari China: ‘Yes, ready stock.’ Tapi ready stock menurut supplier tidak selalu sama dengan ready stock menurut kamu. Ada enam hal yang wajib kamu cek sebelum uang muka berpindah tangan.
#1 Tanyakan Berapa Unit yang Benar-Benar Ada di Gudang Saat Ini
Jangan tanya ‘apakah ready stock?’ — tanya ‘berapa unit yang ada di gudang kamu hari ini dan bisa dikirim besok?’ Angka spesifik memaksa supplier menjawab dengan data, bukan asumsi. Kalau jawabannya berubah-ubah atau menghindar, itu sudah jawaban tersendiri.
#2 Minta Foto atau Video Aktual Stock di Gudang
Request foto atau video barang di gudang dengan tanggal hari ini sebagai referensi. Supplier yang benar-benar punya stock tidak keberatan melakukannya, bahkan biasanya sudah menyiapkan dokumentasi semacam itu. Kalau yang dikirim hanya foto katalog atau gambar dari internet, kemungkinan besar barang belum ada di gudang.
#3 Tanyakan Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Persiapan Pengiriman
Bahkan kalau barang benar-benar ada, ada proses setelahnya: quality check, packaging, stuffing ke kontainer. Tanya berapa hari waktu yang dibutuhkan dari konfirmasi pembayaran sampai barang benar-benar siap dimuat. Jawaban realistis umumnya berkisar 5-14 hari kerja, tergantung volume pesanan.
#4 Verifikasi Spesifikasi Produk yang Ada dengan yang Kamu Pesan
‘Ready stock’ mungkin adalah produk yang spesifikasinya sedikit berbeda dari yang kamu pesan — warna yang berbeda, ukuran berbeda, atau versi lama yang belum terjual. Minta spesifikasi detail dan foto aktual, lalu cocokkan satu per satu dengan pesanan kamu sebelum membayar.
#5 Cek Masa Kedaluwarsa atau Tanggal Produksi untuk Produk Sensitif
Untuk produk pangan, kosmetik, atau produk dengan shelf life terbatas, stock yang ‘ready’ mungkin adalah produk yang sudah mendekati kedaluwarsa. Tanyakan tanggal produksi dan masa simpan yang tersisa, terutama jika barang akan kamu jual kembali di pasar Indonesia.
#6 Gunakan Agen Inspeksi Pihak Ketiga untuk Konfirmasi
Untuk order yang nilainya signifikan, gunakan jasa inspeksi pihak ketiga yang berbasis di China — seperti SGS, Bureau Veritas, atau agen lokal terpercaya. Inspeksi pre-shipment memastikan jumlah, spesifikasi, dan kualitas sesuai sebelum barang meninggalkan gudang supplier. Biaya inspeksi jauh lebih kecil dibanding risiko menerima barang yang tidak sesuai.
JLOG melalui jaringan internasionalnya memiliki mitra di berbagai kota di China yang bisa membantu koordinasi dan verifikasi di sisi supplier — termasuk inspeksi pre-shipment untuk memastikan barang yang akan dikirim sesuai dengan yang dijanjikan.
Konsultasi Gratis — JLOG Siap Membantu Ekspor Impor Kamu
📞 +62 818 919 990 | 📧 contact@jlog.id | 💬 WhatsApp | jlog.id
