
Sudah Bayar Ongkir tapi Barang Kena Demurrage? Ini Artinya dan Cara Menghindarinya
Kamu sudah bayar ongkos kirim. Kapal sudah tiba. Tapi tiba-tiba ada tagihan tambahan yang tidak kecil — dengan nama yang asing: demurrage.
Ini adalah salah satu “kejutan tidak menyenangkan” yang paling sering dialami importir, terutama yang baru pertama kali berurusan dengan pengiriman laut internasional. Dan yang bikin frustrasi: biayanya bisa terus bertambah setiap hari selama barang belum diambil.
Artikel ini menjelaskan apa itu demurrage, kenapa bisa terjadi, berapa biayanya, dan yang paling penting — bagaimana cara menghindarinya.
Apa Itu Demurrage?
Demurrage adalah biaya yang dikenakan oleh shipping line kepada importir ketika kontainer tidak dikembalikan dalam batas waktu yang sudah ditentukan setelah kapal tiba di pelabuhan tujuan.
Sederhananya begini: ketika kapal tiba di pelabuhan, shipping line memberikan waktu gratis (disebut free time) kepada importir untuk mengambil kontainer, membongkar isinya, dan mengembalikan kontainer kosong ke depot. Free time ini biasanya 3–7 hari kerja tergantung shipping line dan pelabuhan.
Kalau dalam waktu itu kontainer belum dikembalikan, mulailah hitungan demurrage — biaya per hari yang terus berjalan sampai kontainer kosong dikembalikan.
Ada Dua Jenis Biaya yang Sering Dikacaukan
Demurrage
Biaya yang dikenakan oleh shipping line karena kontainer belum dikembalikan setelah free time habis. Ini dihitung dari tanggal kapal tiba.
Storage atau Port Storage
Biaya yang dikenakan oleh pihak terminal pelabuhan karena barang (dalam kontainer) masih tersimpan di area pelabuhan melewati batas waktu yang ditetapkan. Ini dikenakan terpisah dari demurrage dan bisa berjalan bersamaan.
Jadi dalam satu kasus keterlambatan, kamu bisa kena demurrage dari shipping line sekaligus storage dari pihak terminal — keduanya berjalan bersamaan dan menambah tagihan per hari.
Kenapa Demurrage Bisa Terjadi?
Ada beberapa penyebab paling umum:
Dokumen impor belum siap — Ini penyebab nomor satu. Proses pengeluaran barang dari pelabuhan memerlukan PIB (Pemberitahuan Impor Barang) yang sudah disetujui Bea Cukai. Kalau dokumen belum lengkap atau ada yang perlu diklarifikasi, barang tidak bisa dikeluarkan.
Perizinan yang belum disiapkan — Produk yang memerlukan izin BPOM, SNI, atau perizinan khusus lainnya tidak bisa dikeluarkan dari pelabuhan sebelum izin tersebut ada. Kalau baru diurus setelah kapal tiba, sudah pasti kena demurrage.
Barang masuk jalur merah — Bea Cukai melakukan pemeriksaan fisik yang membutuhkan waktu lebih lama dari estimasi.
Keterlambatan pembayaran bea masuk — Proses pengeluaran barang tidak bisa dilanjutkan sebelum semua kewajiban pajak dibayar.
Koordinasi yang lambat — Antara importir, forwarder, dan pihak pelabuhan yang tidak terkoordinasi dengan baik.
Berapa Biaya Demurrage?
Besarannya bervariasi tergantung shipping line, jenis kontainer, dan pelabuhan. Sebagai gambaran umum:
Untuk kontainer 20 feet, demurrage bisa berkisar USD 20–50 per hari setelah free time habis. Untuk kontainer 40 feet, bisa USD 40–100 per hari atau lebih.
Kalau ditambah storage dari pihak terminal, total biaya per hari bisa sangat signifikan. Barang yang tertahan 2 minggu bisa menghasilkan tagihan demurrage dan storage senilai jutaan hingga puluhan juta rupiah — jauh di atas biaya ongkir aslinya.
Cara Menghindari Demurrage
Siapkan Semua Dokumen Sebelum Kapal Tiba
Ini langkah paling krusial. Jangan tunggu kapal tiba baru mulai urus dokumen. Idealnya, semua dokumen impor sudah siap sebelum kapal berangkat dari negara asal.
Siapkan Perizinan Jauh-jauh Hari
Kalau produk kamu memerlukan BPOM, SNI, atau izin khusus lainnya, urus ini jauh sebelum barang dikirim. Proses perizinan bisa memakan waktu berminggu-minggu — jangan biarkan ini menjadi penghalang saat barang sudah tiba.
Ketahui Free Time yang Diberikan Shipping Line
Setiap shipping line punya kebijakan free time yang berbeda. Tanyakan ini sejak awal saat booking agar kamu tahu berapa hari buffer yang tersedia setelah kapal tiba.
Gunakan Forwarder yang Proaktif
Forwarder yang baik tidak menunggu masalah terjadi — mereka memantau status pengiriman, mengingatkan klien tentang dokumen yang perlu disiapkan, dan berkoordinasi dengan semua pihak jauh sebelum kapal tiba.
Layanan customs clearance JLOG dan Indonesia Import Risk Control Service dirancang untuk memastikan semua persiapan impor sudah selesai sebelum kapal tiba — sehingga proses pengeluaran barang dari pelabuhan bisa dilakukan secepat mungkin dalam batas free time yang ada.
Pernah kena demurrage atau mau pastikan pengiriman berikutnya aman? Konsultasi dengan tim JLOG.


